Powered By Blogger

Rabu, 07 September 2011

BERSYUKUR

Di sebuah batu besar daerah Papua ada dua orang -bapak dan anak- yang sedang duduk istirahat dari sebuah perjalanan ke kota. si anak bertanya pada bapaknya "Pak,apakah Tuhan itu sangat baik?" dengan tersenyum si Bapak menjawab "Iya,nak." si Anak membalas senyum bapaknya dengan raut wajah penasaran. "apa Tuhan juga menjawab doa oang-orang benar?" tambah si anak. "jelas anakku." mungkin sedikit kecapekan setelah perjalanan panjang disertai udara panas karena terik matahari sehngga si bapak harus memejamkan mata sambil bersandar pada sebuah pohon besar sebentar untuk melepas lelah.
"kalau gitu tolong bapak doakan sesuatu buat saya."
"Apa itu,Nak?"
"Minta pada Tuhan,buatkan matahari satu lagi...!!"
si bapak tidak jadi memejamkan mata , sambil berpikir harus jawab apa ke anaknya yang memang sedikit cerdas dibanding anaknya yang lain.Namun si Bapak penuh hikmat.
"Nak,untuk apa kita minta matahari ada Dua?"
lalu
"Matahari satu aja kita sudah hitam,apalagi dua nak?"
si Anak tersenyum dengan jawaban bapaknya
"kalau gitu satu saja cukup ya pak,nanti malah gak kelihatan wajah bapak hehehehe"..
kedua orang itupun lantas sama-sama tersenyum.

Selasa, 26 Januari 2010

Musim Hujan

Musim kemarau sudah baru saja berganti dengan derasnya musim penghujan.Dulu,jaman saya masih sekolah dasar,pembagian musim di Indonesia menjadi dua bagian ; Kemarau dan Hujan yang diperkirakan mulai bulan april - september,dan Oktober - Mei pada satu tahun sekali.Namun sekarang sudah sulit memprediksikan kapan akan turun hujan atau kapan kemarau panjang mampir di bumi pertiwi ini.Yang jelas,mulai menginjak di tahun baru bulan Januai 2010 ini,saya lihat sudah banyak khalayak petani mencangkul sawahnya ditemani sapi-sapi piaraan mereka mengolah tanah untuk menanam bebagai tanaman pangan.Keja keras tentunya.Mulai dari mempesiapkan benih,pupuk,alat-alat pengelola dan beberapa stategi untuk hasil yang tebaik.Bahkan,di tempat saya,Wonosalam-Jombang,kegiatan bertanai dan bercocok tanam adalah suatu pekejaan mulia yang dimulai dengan penuh semangat dan harapan jelas akan hadirnya kelimpahan.Wuiiih seru sekali.
ya itulah fenomena musim penghujan.Ada berkah,ada juga bencana (banjir,longsor).lepas dari itu semua,saya yakin harapan - harapan baru sudah mulai tumbuh seiring dengan bergantinya musim.Sebisa mungkin Pematangan sikap dan cara bekerja yang baiklah yang mampu menggapai meraih hasil yang diingini.Target dan strategi sudah merupakan titik awal memulai hal yang baru.Panas,itu sudah pasti mencucurkan keringat kerja keras,dan Dingin,jelas menunjukkan bagaimana sikap yang harus mampu meredam gejolak.
Musim bisa saja berganti,semangat boleh saja pudar,namun teruslah menetapkan tujuan dan sikap yang benar.Menanam benih yang baik,sepeti petani itu yang sibuk merawat,menjaga,memelihara setiap benih yang tertanam untuk berharap buah yang baik,yang manis,yang setiap orang bisa menikmatinya dengan senang.

Selasa, 01 Desember 2009

Mencari kebebasan

Di tengah desa yang kering,nampaklah seorang kakek tua duduk di bawah pohon mangga.Seorang muda datang dengan terengah-engah kepanasan dan mengeluh kepadanya "Kek,saya terlalu bingung dengan keadaan seperti ini,membosankan".kakek pun menepuk pundaknya "Kalo begitu apa yang kamu pikirkan sekarang?"tanyanya seiring dengan seekor kupu-kupu yang terbang mengelilingi mereka."Kesuksesan dalam segala hal,kek!".sang kakek pun berdiri dengan bernapas berat,"Kakek sudah menikmatinya sekarang.hah,pikir sang pemuda,bagaimana bisa dia berkata demikian,bukankah hidup di desa yang kering itu sangat membosankan."Kamu mau msh mau berhasil dalam hidupmu?" tanya kakek.Dengan sedikit ragu pemuda itu menjawab "Aku harus mendapatkannya."

"jika begitu,tangkap kupu-kupu itu kemari." perintah kakek.Dengan terlalu semangat nya pemuda itu menangkap seekor kupu-kupu yang daritadi terus terbang mengelilingi mereka..Haapp...pemuda itu jatuh,dan terus kupu-kupu itu terbang melawan tangannya yang berusaha menangkap.Semakin dia semangat ,semakin kupu-kupu itu menjauh dan sepertinya menggoda pemuda itu karena tidak berhasil tertangkap.dengan kesal pemuda itu menggerutu "ah hanya kupu-kupu,apa artinya...." Tidak sadar bahwa perbuatanya itu juga merusak bunga rumput yang sedang berusaha mekar melawan kekeringan,pemuda itu lemas keapekan.

Kemudian sang kakek mulai mengangkat tangannya perlahan tanpa terengah,dan Happ.... kupu-kupu itu hinggap dilengan kakek.pemuda itu terbelalak.

"Hanya butuh ketenangan dalam bertindak akan segala hal...anak muda.." kata terakhir kakek yang kemudian menghilang meninggalkan sekejap sinar putih bercahaya.